Minggu, 01 Februari 2009
BARANG SELUNDUPAN PALESTINanya 7.3
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, “Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?” “Pasir,” jawab Tio
Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Tiodan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Tio dan bertanya, “Apa yang kamu bawa?” Tio menjawab, “Pasir.” Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Tio tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu. “Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”
Tio menjawab dengan kalem, “SEPEDA!”
Kocak2an
di suatu sekolah dasar terpencil di desa PETIR Bandung terdapat murid yang sangat konyol dan bodoh.sebut saja tono namanya.suatu hari sekolah tersebut mengadakan pengisian formulir untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,yaitu SLTP.
Guru Heni: baik anak2 diisi semua ya jangan sampai ada yang bolong!
Eko : Bu,nama kita ditulis ya? tanya Eko.kemudian bu guru menjawab
Guru Heni : yaiyalah ..!..!!tak lama kemudian Eko kembali bertanya.
Eko : bu,tempat tanggal lahir kita ditulis juga gak bu?bu guru dengan kesal menjawab
Guru Heni : iya donk Eko,biar jelas..!!belum ada 3 menit Eko kembali bertanya pada gurunya
Eko : bu,kalo jenis kelamin orang tua ditulis juga kan?dengan kesal bu guru menjawab
Guru Heni : GAK DIGAMBAR AJA..?!
Eko : Wah Keren Juga Ya!! Nanti Biar Abstrak Payudara Mamaku Yang Montok Ama Titit My Pader!
Guru Heni : Payudaraku Lebih Montok tau! ama pantat ku Lebar
Eko : Ke WC yok
Guru Heni : Ayo.. diem2 ya
The End
Aneh ya
Jumat, 30 Januari 2009
Best Films
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. La Dolce Vita (The Sweet Life) (1960) (It.) 7. 8. 9. 10. 11. 12. Seven Samurai (Shichinin no Samurai) (1954) (Jp.) 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. The Bicycle Thief (Ladri di Biciclette) (1948) (It.) 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Pulp Fiction (1994) 30. 31. 32. 33. Jules and Jim (Jules et Jim) (1961) (Fr.) 34. Sherlock, Jr. (1924) 35. 36. 8 1/2 (Otto e Mezzo) (1963) (It.) 37. Blue Velvet (1986) 38. 39. Swing Time (1936) 40. 41. 42. Aliens (1986) 43. 44. 45. The Seventh Seal (Det Sjunde Inseglet) (1957) (Swd.) 46. 47. 48. 49. Sweet Smell of Success (1957) 50. | 51. Children of Paradise (Les Enfants du Paradis) (1945) (Fr.) 52. 53. Invasion of the Body Snatchers (1956) 54. 55. 56. 57. 58. The Rules of the Game (La Regle du Jeu) (1939) (Fr.) 59. 60. 61. 62. Henry V (1944) (Br.) 63. Breathless (A Bout de Souffle) (1960) (Fr.) 64. Mean Streets (1973) 65. 66. 67. Airplane! (1980) 68. 69. The Conformist (1970) (It./Fr./WGer.) 70. Beauty and the Beast (1991) 71. To Be or Not to Be (1942) 72. M (1931) (Ger.) 73. Great Expectations (1946) (Br.) 74. Funny Face (1957) 75. Tootsie (1982) 76. The Manchurian Candidate (1962) 77. Battleship Potemkin (Bronenosets Potyomkin) (1925) (USSR) 78. White Heat (1949) 79. It's a Gift (1934) 80. Nosferatu (1922) (Ger.) 81. Do the Right Thing (1989) 82. Diabolique (Les Diaboliques) (1955) (Fr.) 83. 84. Blow-Up (1966) (Br.) 85. 86. 87. L'Age d'Or (1930) (Fr.) 88. The Producers (1968) 89. Wings of Desire (Der Himmel uber Berlin) (1988) (WGer./Fr.) 90. Pickup on South Street (1953) 91. Mildred Pierce (1945) 92. 93. The Road Warrior (Mad Max 2) (1981) (Austr.) 94. The Shop Around the Corner (1940) 95. Tokyo Story (Tokyo Monogatari) (1953) (Jp.) 96. The Last of the Mohicans (1992) 97. The Piano (1993) (Austr.) 98. The Silence of the Lambs (1991) 99. Swept Away... (1975) (It.) 100. Celine & Julie Go Boating (1974) (Fr.) |
Monyet Kebingungan
MONYET KEBINGUNGAN
Pada saat jam istirahat sekolah, Doyok mendatangi kedua temannya yang sedang duduk di taman menikmati indahnya langit pagi yang begitu cerah.
Doyok : Hai semua..., aku punya pertanyaan nih. Buah apa yang bikin monyet bingung?
Heni : Gak tau ah...!
Tuti : Aku tahu aku tahu... pisang!
Heni : Kok bisa pisang, apa alasannya tuts?
Tuti : Karena kalau nggak ada pisang pasti monyetnya kelaparan dan mati
Doyok : Salah...!
(Tuti dan Heni terdiam)
Heni : Nyerah deh...
Doyok : Beneran..., kalian semua nyerah?
(Tuti dan Heni terdiam...)
Doyok : Ya udah tak beritahu. Jawabannya adalah... buah jambu!
Heni : (dengan rasa penasaran)Kok bisa buah jambu...?
Tuti : Apa alasanmu Yok?
Heni : Kok jambu...
Doyok : (sambil menunjuk kepada ketiga temannya) He...he... Tuh bener kan, monyetnya pada bingung! Ha...ha...ha...
Tuti : (sambil tersenyum)...Awas kamu Doyok!, nanti ku balas kamu!
Neraka Indonesia
Seorang warga Indonesia meninggal dunia,

dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka.
Di sana ia mendapatkan bahwa ternyata neraka itu berbeda-beda bagi tiap negara asal.
Pertama ia ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kpd orang-orang Inggris di situ: ‘Kalian diapain di sini?’
Orang Inggris menjawab: ‘Pertama-tama, kita didudukan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, setan Inggris muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari.’
Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju keneraka lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Jepang, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua neraka-neraka itu kurang lebih mirip dengan neraka orang Inggris.
Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri, dan melihat antrian sangat-sangat panjang yang terdiri dari orang berbagai-bagai negara (tidak cuma orang Indonesia saja) yang menunggu giliran untuk masuk neraka
Indonesia .
Dengan tercengang ia bertanya kepada yang ngantri: ‘Apa yang akan dilakukan di sini?’
Ia memperoleh jawaban: ‘Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu setan Indonesia muncul dan
memecut kita sepanjang hari.’ ‘Tapi itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain toh. Lalu kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk ke sini?’
‘Di sini service-nya sangat-sangat buruk, kursi listriknya nggak nyala, karena listrik sering mati…kursi pakunya nggak ada, tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan. ..bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, malah di tahun 2008 katanya mau naik lagi dan
setannya adalah mantan anggota DPR, jadi ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang.’
Dian Myanda - Pengarang Boongan
Topi Hitam Dan Topi Putih
Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baik hati dan lemah lembut walaupun cuma diurus sama pengasuh saja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, “Tuan, nggak kasian sama den Bagus? Masa sepeda nggak punya…apa tuan juga nggak malu?” Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggil-lah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa..dan si anak cuma bilang, “Aku nggak mau sepeda, Pi, aku dibeliin topi item topi putih aja..” Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. “Kenapa topi item dan putih?” “Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja.”
Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, dan ini anak juga masih TK, papinya pikir ya normal2 aja anak kecil minta topi item topi putih, jadi papinya nerima2 aja. Nggak berminat lanjutin, maka tetep-lah tu anak dibeliin sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus topi item dan topi putih. Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim, katanya. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi. “Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? Kok nggak bilang2 papi.
Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja…”. Si anak bilang,”nggak Pi, topi item dan topi putih saya udah rusak..dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah topi kan Pi?” Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus topi item dan topi putih. Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang. Sekarang temen2nya musim roller blade. Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya. Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus…eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan note: “Biar kamu nggak malu”. Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: “Pi, kok nggak beliin topi item dan topi putih? Aku lebih suka itu.”
Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih istimewanya topi item dan topi putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren? Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu…hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya topi item dan topi putih untuk kesekian kalinya. Bener, setelah dapet tu topi, si anak nggak ninggalin note-note buat bokapnya lagi.
Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih ber-bis ria, temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin. Papi malu banget.. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil? Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis, lagian pengen topi item topi putih aja. Si bapak nggak terima penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding.
Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus topi item dan topi putih tentunya. Dan si bapak kesel juga duong… Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem topi itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih. Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja. Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil? Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin topi item topi putih. Nggak ngerti anak sendiri sih! So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om nggak beliin topi item topi putih. Si papi sebenernya sensitif sama para topi itu..huh..sampe pacar anak gue nyuruh2 jadi dia tanya balik dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih topi itu juga. Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak topi item topi putih. Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka besoknya udah ada topi item topi putih buat anaknya. Suatu hari anaknya gaul ke Puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah, namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi grogi dan kecelakaan. Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya.
Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang cewek mati seketika dan si cowok sudah sekarat. Si papi dateng ke RS..”gimana dok, anak saya?” Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita):”Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak.. sepertinya memang sudah waktunya… sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir..” Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. “Pap, maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya..” si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong. Si papi nenangin dia…akrablah dua manusia itu beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta topi item topi putih.
“Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik.” Anaknya jawab,”nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2….saya Cuma minta topi item dan topi putih aja kan?” Si papi rasa timing-nya tepat nih, “KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA TOPI ITEM TOPI PUTIH…ADA APA DENGAN TOPI2 ITU?”
(pembaca juga penasaran kan..?)
Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, habis sudah sekarat dan masanya sudah hampir sampe…”sebab pi…saya… “
*hep*
Kepalanya rebah dan nafasnya hilang. Si anak sudah meninggal sebelum kasih tau papinya.
************ *
Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya aja ga tau… apalagi gue yang cuma nyeritain ulang? GIMANA?!! Kesel ga sih?! Tabokin aja yang pertama kali cerita, tapi maapin yang “forward”-in
karena gue juga korban, nih!
Nggak enak lho jadi korban sendirian… carilah korban2 selanjutnyaa! !!!..
